Sebuah postingan menjadi pengingat cerita pada masa lalu, kembali menengok pada kenangan yang kini bukan lagi sebuah duka ketika ia kembali berputar layaknya piringan hitam dalam benak.

Hanya beberapa baris kata, namun syarat akan makna. Seakan menunjukkan jika hanya seperti itulah kehidupan.

Suatu masa dengan segala pelik bagai drama diatas panggung sandiwara, lengkap dengan semua pernak-pernik yang mengiringi.

Hanya mampu menyimpan dan bertahan, selalu berpura tanpa pernah ada pilihan dan jalan keluar yang nyata.

Namun asa dan juga kepedulian yang selalu membuncah membuat lembaran-lembaran kehidupan dengan terus berjalan, layaknya buku yang selalu berpindah halaman hingga tiba pada akhir cerita.

Tanpa bisa mengetahui, bahkan sedikit menduga akhir yang bagaimana kelak akan terjadi, selain doa juga usaha yang senantiasa dengan kuat juga keras didengungkan, dan peluh dengan senang hati bersaksi.

Hanya saja, jika sedang berada pada lembar yang mengharuskan hadirnya sebuah rasa yang tidak diharapkan, tidak diinginkan, bukan berarti tidak ada penangkal untuk merubahnya.

Tidak perlu menghilangkannya, terima kehadirannya dengan penerimaan seutuhnya tanpa ada tapi. Hanya perlu untuk mengingat bahwa semua yang hadir adalah untuk saling melengkapi.

Untuk memberi arti dan bukti nyata akan hadirnya yang lain, karena jingga yang lembayung tak kan terlihat indah tanpa adanya mendung yang menggelayut di sisinya.