Luka akan sebuah penghianatan mungkin bisa terobati oleh waktu, namun tidak dengan kepercayaannya.
Kertas yang teremas, kaca yang terberai, kesucian yang ternoda, tidak akan kembali sempurna tak peduli bagaimana usaha untuk memulihkan.
Kesakitan yang disebabkan olehnya, tetiba akan hadir begitu saja tanpa menunggu izin. Layaknya rindu dengan sesukanya menyeruak tanpa mampu untuk dibendung, bagai hujan yang menderas tanpa permisi.
Kepercayaan bukan sekedar kata percaya yang kemudian dengan mudah dijabarkan atinya, bukan sekedar kata yang kemudian diberi label untuk dipahami. Lebih dari itu, kepercayaan mengharuskan kita para pelakunya untuk sanggup bertindak sesui dengan apa yang telah disematkan kepadanya.
0 Komentar