Ingin menjadi seorang blogger handal, atau sekedar memiliki blog untuk menyalurkan hobi menulis, atau juga, sebagai notebook online?
Berati sudah saatnya untuk gabung dengan mbak Prita HW di The Jannah Institute.
Sebelumnya di sini author ingin memberi tahu, bahwasanya artikel ini author buat karena merupakan salah satu bagian dari tugas kelas belajar nge-blog yang di monitoring oleh mbak Prita HW, teman-teman.
Nah, dikesempatan ini author akan menceritakan sedikit kisah tentang apa yang membuat author akhirnya memutuskan untuk membuat blog, sejak kapan author mengenal blog itu sendiri, dan pengalaman author selama belajar di kelas blog yang berada di bawah bimbingan mbak Prita HW yang juga di bantu oleh kang Ugi, atau juga bisa dipanggil dengan ayah Ugi.
Ngomong-ngomong, author akan lebih dulu membahas sedikit tentang apa sih blog itu, ya setidaknya sebagai pengingat ya, nanti udah panjang lebar author berkisah, eee diakhir masih ada teman-teman ada yang bertanya dalam hati, "sebenarnya blog itu apa sih," hhe he kan jatuhnya buat author mukul jidat. Udah yuk, langsung saja ...
Blog dan Istilah yang Ada Didalamnya
Pasti kebanyakan dari teman-teman semua gak asing ya dengan istilah blog, tapi tahu gak kalau blog itu sendiri adalah sebuah singkatan? Yups, blog adalah kependekan dari weblog.
Weblog itu sendiri adalah salah satu jenis website atau jurnal online yang sebagian besar dikelola oleh individu dengan berbagai maksud dan tujuan, yang positif tentunya ya. Dalam weblog banyak sekali jenis informasi yang bisa dimuat dan juga konten-konten yang bisa ditampilkan.
Nah, selain istilah blog atau weblog itu sendiri, masih banyak sekali istilah dalam dunia blog. Namun tentu saja author tidak bisa menyebutkan semua istilah itu ya, selain karena author masih pemula, hhe he, dan juga bakal gak selesai-selesai ntar author nulis nih tugas jika harus nyebutin tuh semua istilah yang seabrek.
Tapi jangan khawatir, author sudah nyiapin nih beberapa istilah, yang setidaknya penting untuk diketahui oleh penulis blog pemula seperti author ini. Yang pertama ada blogger, mudahnya pengertian blogger itu adalah kita-kita yang suka menulis atau berkecimpung di dunia kepenulisan blog.
Selanjutnya ada blogging, yaitu istilah yang disematkan pada apa yang sudah seorang blogger tulis. Entah itu informasi, konten, atau apapun hasil dari kepenulisan yang seorang blogger tulis itulah, blogging.
Kemudian ada Niche, yaitu spesifikasi blog. Blog kita itu fokus pada pembahasan apa? Misalnya, blog kita khusus berisi tentang sastra, ya berati itulah nichenya. Mudahnya, author menyebut niche itu dengan istilah tema. Tapi bukan berarti blog kita harus berisi hanya dengan satu tema ya teman-teman.
Terakhir di pembahasan author ini ada istilah TLD, yaitu kependekan dari Top Level Domain, yaitu sebuah istilah dimana blog kita itu sudah bisa dikatakan TLD atau belum. Kok bisa? Iya, karena kalau sudah TLD berati blog kita itu sudah berbayar, bukan yang gratisan, hhi hi.
Bagaimana membedakan blog yang udah TLD atau belum? Gampang aja, jika blog kita masih tertulis, misal blogspot.com, atau mungkin wordpress.com itu berarti blog kita masih belum TLD. Kalau yang sudah TLD, tulisannya pasti berubah, contohnya seperti milik mentor author nih yang udah TLD, yaitu pritahw.com
Nah teman-teman, itu tadi sekilas tentang blog dan Istilahnya ya. Sekarang kita lanjut ke pembahasan berikutnya.
Awal Mengetahui Istilah Blog
Pada part ini author gak akan berkisah terlalu panjang, lagian juga ceritanya emang pendek aja sih. Hhiiii. Waktu itu sekitar tahun 2008 ya, masih baru-barunya author kenal dunia internet lhoo, sumpah. Author dengan suami, eaaa, masih pengantin baru, baru satu tahun menikah, berkecimpung di dunia si internet, tepatnya mengelola usaha warnet milik saudara.
Suatu hari temen author yang suka main ke warnet, yang ternyata sudah memiliki blog di tahun itu, mengusulkan untuk author membuat blog, karena dilihatnya author yang tiap hari kerjaannya cuman main boble sooter aja.
Sebagai orang yang suka serba ingin tahu, bertanyalah ya author tentang apa sih blog itu, setelah di jelaskan, ehh endingnya author belum tertarik juga. Setelah itu author gak pernah lagi deh berurusan dengan yang namanya blog.
Hingga akhirnya awal 2022 kemarin author kembali mendengar istilah blog, dan akhirnya memutuskan membuat blog. Untuk cerita, siapa yang kembali mengingatkan author dan yang membantu author pertama kali membuat blog, ada di part selanjutnya ya teman-teman.
Karena di sini author akan langsung menceritakan tentang kenapa author memutuskan membuat blog dan review selama pembelajaran author di The Jannah Institute bersama mbak Prita HW.
Akhirnya Membuat Blog, dan Goals yang Ingin di Capai dengan Bekal dari The Jannah Institute
Kali ini author tidak akan menceritakan kisah atau cerita pribadi author kenapa memutuskan untuk membuat blog, karena memang membuat blog ini didasari atas banyak faktor ya teman-teman. Termasuk dari kepentingan pribadi author sihh, dan bisa dipastikan kisahnya itu menarik lhoo.
Nah, dari berbagai banyak faktor, yang paling membuat author akhirnya memilih blog sebagai wadah untuk author menyalurkan hobi menulisnya adalah karena banyaknya orang-orang di sekitar author yang sangat author sayangi.
Hm-hm. Disitu, diawal tahun 2022 dengan di bantu teman kerja akhirnya author memiliki blog.
Yang namanya handphone dan semua kegunaan yang ada di dalamnya bukanlah hal yang sulit dijumpai kan ya, disemua kalangan. Termasuk oleh para peserta didik author, kebetulan author guru nih. Nah, setidaknya author ingin para peserta didik ini tidak hanya sekedar menggunakan handphone hanya sebagai alat berselancar ria di sosial media.
Oya, langsung saja, author disini gak akan membahas tentang dampak positif atau negatifnya lagi ya, kita langsung fokus saja pada pemanfaatan hp, sosmed, ataupun sejenisnya yang tidak hanya membawa dampak positif, tapi juga menguntungkan bagi para peserta didik author tadi, untuk kedepannya.
Itu kenapa juga author memilih blog sebagai medianya, karena lebih bersifat pribadi juga karena lebih bisa dikondisikan, maksudnya, kita bisa lebih memilah untuk menentukan mana informasi atau konten yang akan kita tampilkan. Yang dimana, apabila kita bisa mengelolanya dengan baik dan cerdas, maka tidak hanya hobi yang tersalurkan, tapi juga bisa memberi kita keuntungan.
Jadi bukan hanya sekedar bersosmed ria, tapi kita juga bisa menghasilkan rupiah dari hasil postingan-postingan kita. Dan melalui The Jannah Institute inilah author ingin menimba banyak ilmu untuk bisa bermanfaat di dunia sosmed, khususnya blog, untuk orang-orang di sekitar author.
Mbak Prita HW dan The Jannah Institute
Jujur, sebenarnya author sudah lama sekali mendengar ataupun membaca nama mbak Prita, mencari tahu tentang sosoknya melalui akun sosmed mbak Prita. Namun, baru setelah memiliki blog itulah author yang benar-benar ingin dihubungkan langsung dengan mbak Prita, ya meski hanya melalui handphone, dan Alhamdulillah, beberapa hari lalu, author bisa berkenalan langsung dengan mbak Prita. Dengan mengunjungi kediaman beliau yang berada di tengah-tengah kota Jember.
Orang-orang seperti Mbak Prita inilah, yang kadang membuat author merasa iri gitu ya, bagaimana bisa seorang perempuan yang sudah bergelar menjadi istri, juga seorang Ibu, masih saja aktif dan begitu semangat untuk selalu berbagi ilmu dalam setiap kesempatan dan kondisi, juga situasi.
Tidak terhalang dengan keadaan yang saat ini kita ketahui bersama ya, bahwa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini sangat-sangat membatasi pergerakan. Dan rasa iri itu semakin membuat menyedihkan karena membuat author tidak langsung berkenalan dengan sosok Mbak Prita sejak author mengenalnya.
Tapi itu sudah berlalu, dan sekarang Alhamdulillah dan bersyukur sekali bisa belajar bersama mbak Prita dan juga teman-temannya yang tergabung di Inter Blogging Class6 yang berada di bawah naungan TJI.
Seorang mentor yang ramah, ceria dan sangat bisa mengerti dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya. Terbukti dengan setiap penjelasan materi, ataupun jawaban-jawaban yang diberikan oleh mbak Prita akan pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta IBC6.
Tentu saja terlepas dari aktifitas mbak Prita yang berjibun, yang membuat beliau tidak selalu cepat merespon saat ada keluhan, tapi sekali lagi di situ Mbak Prita menunjukkan profesional dan juga tanggung jawab dirinya. Dengan mengajak Ayah Ugi, seorang blogger yang juga alumni dari TJI yang sudah berpengalaman dan profesional, untuk membantu para peserta IBC6 untuk menyelesaikan kesulitan dalam proses belajar blog.
Intinya, belajar bersama mbak Prita dan ayah Ugi di TJI ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga bersyukur banget. Mereka orang-orangnya gak hanya sabar, tapi juga baik banget. Selalu ramah saat merespon, dan tidak pernah merasa direpoti atau kesal dengan pertanyaan yang sama, yang berulang.
Terimakasih mbak Prita, ayah Ugi dan TJI. Semoga semakin sukses dan bertambah jaya. Aamiin.
Oke teman-teman, sampai disini dulu review dan tugas author kali ini. Walau sebenarnya, masih banyak sekali kisah yang ingin author ceritakan mengenai dunia blog ataupun segala yang berhubungan dengannya. Semoga sedikit cerita ini bisa menginspirasi, dan juga, jangan lupa dukung author dengan baca artikel hingga akhir dan tinggalkan jejak.
Happy reading ... 🥰
2 Komentar
Wahhh Mbak Arummm, kenapa nggak langsung komen2 dan DM pas awal tahu dari medsos, huhu. Semangat ya mbak, sekarang nih waktunya, memberi pengaruh lingkungan sekitar dengan hal positif yg bisa kita lakukan. Ganbatte!
BalasHapus☺️☺️, insecur mbak Prita.
Hapus💪💪